Seseorang berkata kepadaku “Jangan berharap, memohon, dan memaksakan sesuatu apalagi bukan merupakan hakmu…Maka itu akan merendahkanmu”
Saat ini aku memulai diriku untuk “siap”. “Siap” Untuk aku dan masa depanku.
Tak ada sedikitpun sesalku
Tlah bertahan dengan setiaku
Walau diakhir jalan
Kuharus melepaskan dirimu
Ternyata tak mampu kau melihat
Dalamnya cintaku yang hebat
Hingga ada alasan
Bagimu tuk tinggalkan setiamu oow …
Reff :
Demi nama cinta
Telah kupersembahkan hatiku hanya untukmu
Tlah kujaga kejujuran dalam setiap nafasku
Karna demi cinta
Telah kurelakan kecewaku atas ingkarmu
Sebab kumengerti cinta itu tak mesti memiliki
(*)
Andai saja bisa kau pahami
Layaknya arti cinta sejati
Karna cinta yang sungguh
Tiada akan pernah mungkin bersyarat ooh …
Back to Reff
Ternyata tak mampu kau melihat
Dalamnya cintaku yang hebat
Saya adalah hamba-Nya yang kecil, dan saya menjadi besar karena Karunia-Nya.
Cinta adalah unsur yang indah di dunia, begitu indahnya hingga kita berusaha memilikinya. Namun cinta pada dasarnya adalah hakiki, kekal dan bisa dimiliki siapa saja. Cinta itu bebas dan lepas, punya jalan kehidupannya sendiri untuk masing-masing jiwa. Karena Cinta adalah Ciptaan Sang Pencipta.
Aku mencintaimu, bukan berarti aku bisa memiliki cintamu, hanya saja aku dan kamu saling berbagi, jikapun tidak, biarlah cinta ini menjalani kehidupannya. Kehidupan kita berdua, dan kalaupun kita berjodoh itu atas kehendak Allah SWT Sang Penguasa segalanya. Mulai sekarang, aku tidak akan memaksakannya dan aku tidak akan melarangnya, karena cintamu adalah kehidupanmu dan aku tidak mau melihat kamu bersedih jiwa. Aku ingin kamu bahagia.
Untuk bisa membuatmu bahagia, meskipun harus ku tanggung duka.
Emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu.
Emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian.
Emosi dapat ditunjukkan kerika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu.
sumber : Emosi
Akhirnya tangis itu keluar juga, menaburkan butiran mutiara mengalir deras melewati relung-relung jiwa. Lega terasa, bebang ini kian ringan, walaupun tak sempat merubah apa-apa, tapi tangis telah memberikan jawaban segala-galanya, air mata ini telah mengurangi beban berat perjalanan hidup yang tak sempat menjelma menjadi kata-kata.
Itulah pilihan dari sebagian manusia, semua ekspresi kehidupan kita, memang harus saling dimengerti dan dirasa, walaupun bukan kata-kata, tapi itu adalah bagian dari bahasa, hingga kita diberikan kemampuan untuk saling mengasah rasa peka, agar diantara kita timbul rasa saling cinta.
Tangis adalah bahasa awal manusia sejak dia mencium aroma dunia, yang dimengerti oleh ibu-ibu mereka. Hanya satu bahasa “tangis” ibu kita mengerti kemauan kita. Hanya ibulah yang mengerti bahasa tangis anak-anaknya. Hanya ibulah yang bisa membedakan antara tangis karena lapar, tangis karena sakit, tangis karena ngantuk, tangis karena haus dan sebagainya. Hanya satu bahasa “tangis” semua kebutuhan kita telah terpenuhi semuanya. Itulah bayi kita.
Dalam setiap rasa, puncak dari bahagia yang tak mampu lagi terungkap oleh sebahak tawa, maka tangis pulalah yang mewakilinya, membahasakan keindahan yang sangat dalam dari sebuah realitas. Disisi yang lain, tangis juga mengabarkan pada dunia tentang betapa dalam kesedihan datang melanda yang tak mampu lagi terpikir oleh logika.
Tapi entah kenapa, mungkin kita sudah biasa, melihat linangan air mata sudah tak mampu lagi menggugah jiwa kita, jiwa ini seakan mati rasa, tak peduli pada mereka. Ada apa dengan mereka…? Kayak tak pernah punya air mata aja..? hingga mereka sering tersenyum diatas pendieritaan para saudara. Atau mungkin mereka tak bisa membedakan lagi mana tangis derita dan mana tangis bahagia…? Hingga mereka tak sedikitpun memberikan empati sebagai rasa, walaupun tak menjadi harapan setidaknya janganlah berikan senyum yang menyakitkan.
Dalam sekejap ia pun tertawa terbahak-tebahak bagaikan orang yang gila, padahal dia menertawakan orang disekelilingnya yang tak mampu lagi menangis untuk dirinya sendiri. Dia tak mampu lagi mengasihi dirinya sendiri, dia tak mampu lagi melatih jiwa untuk merasa apa yang orang lain rasakan saat ini, hingga hidupnya bagikan batu karang yang berdiri kokoh diterpa ombak. Tak ada kelunakan sedikitpun, hingga semua orang bertanya-tanya tentang ke-Manusia-annya.
Itulah keunikan potensi manusia yang tak pernah dimiliki oleh makhluk lainnya. Tangis mengawali kehidupan kita yang diiringi senyuman orang-orang sekeliling kita. Dan tangis pulalah yang akan mengiringi kita sampai tampat peristirahatan terakhir kita. Sedangkan kita masih belum tentu mengukir senyum, atau tak sempat mengatur bentuk melut kita. Karena kematian identitas terakhir tentang kualitas kehidupan kita.
sumber :
arti sebuah tangis
thanks to id.wikipedia.org dan erliyan.wordpress.com
Hari ini aku kembali bersedih hati, mengapa engkau meminta sesuatu yang kurasa tidak mungkin untuk aku? Banyak sudah permintaanmu, beberapa sudah aku penuhi dan beberapa lainnya sedang aku dan kamu raih.
Tapi kenapa baru sekarang kamu meminta aku untuk menjadi tentara, bukan kah aku telah menjadi pns seperti permintaanmu? dan kita juga sedang membangun tempat berteduh kita sesuai permintaanmu?, bagaimana pernikahan yang kita rencanakan?
Maap,untuk itu aku tak bisa.
Sayang aku berharap permintaan ini jangan menjadi alasan untuk kamu meninggalkan aku. Karena aku pasti akan menyesalkan itu. Dan entah apapun alasanmu, semoga kita menjadi orang2 yang bersyukur kepada Allah SWT.
I LOVE U
Mengapa Kebanyakan Wanita Masuk Neraka?
Karena perempuan berwatak lembut sehingga cenderung menyukai segala sesuatu yang bersifat melambungkan angan dan lembut. Ia pun suka berbicara menurut hawa nafsunya dan lekas terkait dengan sesuatu yang lembut. Karena itu, kita berwajiban untuk memperingatkan kaum perempuan dan membelokkannya dari apa yang ditentukan emosi dan disukai hawa nafsu, sambil menegaskan kepadanya bahwa kita boleh mengikuti sesuatu jika memang sesuai dengan manhaj Allah dan syariat-Nya.
Dalam hadis panjang tentang gerhana matahari, Ibnu Abbas menuturkan: Rasulullah SAW bersabda, “Aku sempat menengok neraka. Belum pernah sekalipun aku lihat pemandangan seperti hari itu. Dan aku lihat kebanyakan penghuninya adalah wanita.”
Para sahabat bertanya, “Mengapa, wahai Rasulullah SAW?”
Beliau menjawab, “Karena kekufuran mereka.”
Sahabat bertanya lagi, “Apakah mereka kufur kepada Allah?”
Beliau menjawab, “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri kebaikan (yang telah diberikannya). Seandainya kau berbuat baik pada salah seorang mereka sepanjang masa, kemudian ia lihat sesuatu yang tidak ia sukai pada dirimu, ia langsung berkata: belum pernah aku lihat kebaikan sedikitpun darimu!.”
Diriwayatkan dari Imran bin Hushain, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya minoritas penduduk surga adalah wanita.”
Menjelaskan hadis ini, Imam Al-Qurthubi mengutip keterangan para ulama, mengatakan: Wanita menjadi minoritas penghuni surga karena mereka sering dikalahkan oleh hawa nafsu dan kecenderungan pada perhiasan dunia. Kekurangan akal mereka membuat mereka tidak bisa melambungkan wawasan mereka ke akhirat, sehingga kemudian mereka pun lemah dalam menjalankan amalan akhirat dan dalam menghadapinya. Kelemahan dimensi akhirat ini juga disebabkan oleh kecenderungan mereka pada dunia dan kegemaran berhias dengan dan untuk dunia.
Di samping itu, wanita merupakan salah satu biang terkuat dunia yang memalingkan kaum lelaki dari akhirat karena hawa nafsu dan kecenderungan mereka pada wanita. Sehingga kebanyakan wanita praktis menjadi sosok yang berpaling sekaligus memalingkan orang lain dari akhirat, lekas terpedaya oleh orang-orang yang mendorong mereka agar berpaling dari agama, dan sebaliknya sukar merespons ajakan untuk memperhatikan akhirat dan amal-amalnya beserta orang-orang yang bertakwa.
Amirul mukminin Ali bin Abu Thalib ra berpesan:
“Wahai manusia, jangan patuhi perintah wanita. Jangan beri ia kepercayaan menjaga harta, dan jangan biarkan mereka tanpa pengawasan keluarga. Sesungguhnya, jikalau mereka dibiarkan, maka mereka akan merusak kerajaan dan membangkang raja. Tak mereka miliki agama dalam kesendirian mereka. Tak mereka punyai kewirangian dalam hasrat nafsu mereka. Kenikmatan bersama mereka begitu remeh, namun kebingungan karena mereka begitu menggunung. Wanita-wanita salehah mereka suka berbuat durjana (fajirat), sementara orang-orang bejat mereka melacur. Wanita-wanita ma’shum adalah orang-orang absurd yang terhimpun di dalam diri mereka tiga karakter Yahudi: merasa dizalimi namun menzalimi, bersumpah namun berdusta, dan mencegah diri namun ingin. Mohonlah perlindungan kepada Allah dari kejahatan mereka. Hati-hatilah dengan wanita-wanita pilihan sekalipun. Wassalam.”
Ujaran Amirul mukminin All bin Abu Thalib ini perlu kita renungkan dan takwilkan agar tidak disalah-paham. Sebab, berapa banyak kita lihat sosok-sosok wanita salehah yang taat kepada Allah dan mampu memelihara diri ketika suaminya bepergian. Betapa sering kita dengar tokoh-tokoh wanita ‘alim dan intelek yang mendidik para ulama, memberikan fatwa dalam masalah-masalah keilmuan yang berat, menangani diskusi-diskusi kefikihan yang sensitif, dan fatwa-fatwa yang kompleks.
Berapa banyak wanita yang memiliki pendapat bijak yang diadopsi oleh dunia sehingga mereka bisa menempuh jalan kebenaran. Hanya saja memang, yang mayoritaslah yang dijadikan sebagai standar. Dan mereka-mereka inilah yang dimaksud oleh Amirul mukminin Ali bin Abu Thalib.
Terbuai aku hilang terjatuh aku dalam
Keindahan penantian
Terucap keraguan hati yang bimbang
Yang terhalang kepastian cinta
Aku hilang
Aku hilang
Tersabut kabut malam terbiasnya harapan
Yang tersimpan sejuta bertuan
Terasa kerinduan hati yang bimbang
Yang terhempas kepastian cinta
Dengarkanlah permintaan hati yang teraniaya sunyi
Dan berikanlah arti pada hidupku
Yang terhempas yang terlepas
Pelukanmu bersamamu dan tanpamu aku hilang selalu
Aku hilang
Aku hilang
Tersabut kabut malam terbiasnya harapan
Yang tersimpan sejuta bertuan
Terasa kerinduan hati yang bimbang
Yang terhempas kepastian cinta
Dengarkanlah permintaan hati yang teraniaya sunyi
Dan berikanlah arti pada hidupku
Yang terhempas yang terlepas
Pelukanmu bersamamu dan tanpamu aku hilang selalu
Bersamamu dan tanpamu aku hilang selalu
Dengarkanlah permintaan hati yang teraniaya sunyi
Dan berikanlah arti pada hidupku
Yang terhempas yang terlepas
Pelukanmu bersamamu dan tanpamu aku hilang selalu
Bersamamu dan tanpamu aku hilang selalu
Source: http://liriklaguindonesia.net/l/letto/dont-make-me-sad/letto-permintaan-hati/#ixzz1TCPItMFx
Hidup yang kujalani, terasa hampa, tak berbekas di hati
Walau sudah kujalani, dengan penuh cinta, namun tak ada yang berarti
Sejenak kuberhenti, berharap ini hanya mimpi
Lalu ku sadari, bahwa waktu telah pergi
Hasratku didalam hati, atas cinta sejati, yang mungkin kumiliki
Cinta apa adanya, hanya anggan belaka….....
Sejenak kuberhenti, berharap ini hanya mimpi
Lalu ku sadari, bahwa waktu telah pergi
Oh…. Namun tak berbekas dihati.
